src='https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js'/> Apakah Anjing Yang Sudah Divaksin Bisa Terkena Rabies? - teachertekno.com

Apakah Anjing Yang Sudah Divaksin Bisa Terkena Rabies?

Apakah Anjing Yang Sudah Divaksin Bisa Terkena Rabies? - akan menjadi bahasan kita hari ini. Vaksinasi rabies anjing adalah hal yang penting agar mencegah anjing tertular rabies.

Apakah Anjing Yang Sudah Divaksin Bisa Terkena Rabies?
Apakah Anjing Yang Sudah Divaksin Bisa Terkena Rabies?

Sebelum masuk ke pembahasan inti, kita kenalan dulu sedikit tentang rabies.

Apa itu Rabies?

Rabies atau yang populer di masyarakat disebut "penyakit anjing gila" adalah penyakit yang disebabkan sang gigitan hewan yg terinfeksi virus rabies. Bukan hanya anjing, tetapi kucing, monyet dan beberapa hewan lainnya pula bisa menularkan rabies kepada insan.

Rabies merupakan kasus yg serius apabila nir ditangani menggunakan segera. Bahkan dapat mengakibatkan fatal sampai kematian.

Karena itu, tindakan pencegahan dalam mengatasi rabies selalu dinomor satukan.

Salah satu bentuk pencegahan rabies adalah menggunakan memvaksin rabies anjing. Dan juga memberikan suntikan VAR & SAR terhadap orang yg digigit anjing rabies.

Pertanyaan yang timbul kini adalah

Apakah Anjing Yang Sudah Divaksin Bisa Terkena Rabies?

Pada dasarnya, rabies adalah virus yg ditularkan melalui air liur fauna yang terinfeksi rabies, sanggup melalui gigitan, jilatan pada area terbuka seperti luka, cakaran hewan yang terinfeksi air liur fauna rabies.

Pada fauna yang sudah divaksin rabies nir bisa menularkan rabies (Tanya Dokter). Namun dalam perkara anjing peliharaan yg menggigit, harus tetap dipastikan apakah vaksin tadi masih efektif atau kah vaksinasi yang dilakukan benar-sahih sempurna atau tidak. Apabila ada keraguan, tentu segera konsultasi ke dokter adalah langkah yg bijak.

Karena tanda-tanda hewan yg terjangkit rabies salah satunya merupakan menggigit. Ciri-karakteristik hewan rabies lainnya adalah terlihat agresif, sebagai takut cahaya, air liur yang terus menetes dari verbal, & masih poly lagi. Namun ciri-ciri tersebut juga mampu tidak selaras. Misalnya saja fauna yg terlalu bersahabat pula mampu sebagai karakteristik hewan terinfeksi rabies.

Intinya, bila tergigit anjing, dokter yang harus memutuskan apakah harus disuntik rabies atau tidak perlu. Apabila bukti diri vaksinasi anjing nir jelas, maka dokter akan melalukan suntikan rabies sebagai pencegahan agar tidak terkena rabies.

Terkait dengan pemberian vaksin rabies, lihat Protokol Profilaksis Rabies di website Alomedika yg khusus buat dokter.

Apakah anjing mini sanggup rabies?

Rabies hanya ditularkan melalui hewan yang positif rabies. Anjing yang belum divaksin memiliki resiko tinggi menderita rabies, terlebih apabila berada pada lingkungan yg banyak masih ada anjing liar.

Jadi kesimpulannya, anak anjing juga sanggup terkena rabies. Karena itu, penting buat vaksin rabies anjing mini Anda supaya tidak menularkan rabies.

Apakah orang yg tergigit anjing harus disuntik vaksin rabies?

Tergantung. Jika anjing tersebut adalah anjing liar, kemungkinan akbar anjing tersebut jua membawa virus rabies sehingga orang yg tergigit wajib disuntik rabies.

Jika hewan tersebut hewan peliharaan & mempunyai riwayat vaksinasi yang kentara, termasuk permanen sehat selama masa karantina dibuktikan menggunakan hasil laboratorium, maka suntikan rabies tidak perlu dilakukan (Aladokter). Lantaran dalam dasarnya, rabies merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan anjing yg telah terinfeksi virus rabies.

Apabila digigit anjing yang sudah divaksin, tentu hal pertama yang sebagai perhatian merupakan apakah vaksinasi tadi masih efektif dan dilakukan dengan tepat atau nir. Atau apakah vaksin yang diberikan terhadap fauna tadi merupakan sahih-sahih vaksin rabies.

Dalam kasus aku yg tergigit anak anjing (tergores gigi anjing), permanen menerima suntikan, akan tetapi bukan suntikan rabies. Lantaran anjing tersebut tidak mempunyai ciri-karakteristik rabies.

Intinya, jika tergigit anjing segera bawa ke dokter. Jika tergigit anjing liar atau peliharaan yang status vaksinya tidak jelas, jangan tunggu hingga tanda-tanda klinis rabies ada. Segera bawa ke fasilitas kesehatan buat mendapatkan vaksin.

Lantaran bahaya gigitan anjing bukan hanya rabies. Tetapi juga tetanus, sepsis (keracunan darah), & penyakit berbahaya lainnya. Terkait dengan rabies, tidak seluruh gigitan anjing mampu terkena rabies karena hanya anjing yg terinfeksi yang bisa menularkan rabies.

Tetapi perlu diketahui, gigitan anjing dan fauna liar lainnya misalnya kucing dan monyet pula sangat beresiko tinggi tertular rabies. Maka berdasarkan itu, penanganan medis sangat diperlukan segera & sangat nir disarankan buat menunggu gejala timbul lantaran bisa membuahkan fatal.

Pertanyaan mengenai rabies lainnya

Apakah Gigitan Anak Anjing Berbahaya?

Demikianlah sedikit ulasan mengenai apakah anjing yg telah divaksin mampu terkena rabies. Semoga berguna!

0 Response to "Apakah Anjing Yang Sudah Divaksin Bisa Terkena Rabies?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel