src='https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js'/> Apakah Kartu Prakerja Tidak Tepat Sasaran? - teachertekno.com

Apakah Kartu Prakerja Tidak Tepat Sasaran?

Apakah Kartu Prakerja Tidak Tepat Sasaran? Topik tentang Program Kartu Prakerja akhir-akhir ini menjadi polemik dan menuai banyak pro dan kontra. Pertanyaan yang sama, apakah kamu setuju dengan Program Kartu Prakerja atau tidak?

Apakah Kartu Prakerja Tidak Tepat Sasaran?
Apakah Kartu Prakerja Tidak Tepat Sasaran?

Berikut ini kita akan ulas tentang tepat tidaknya sasaran Kartu Prakerja dicermati dari banyak sekali sudut. Tapi sebelumnya, kita wajib tahu apa itu Kartu Prakerja lebih dalam sebelum masuk ke analisis tepat target atau tidaknya.

Apa itu Kartu Prakerja?

Kartu Prakerja merupakan Program Pemerintah berupa donasi porto pembinaan bagi rakyat berusia 18 tahun ke atas dengan tujuan buat membuatkan kompetensi kerja.

Siapa yg boleh daftar Kartu Prakerja?

Awalnya banyak yang pikir jikalau Kartu Prakerja buat orang yang belum bekerja a.K.A pengangguran. Tetapi ternyata Program ini pula ditujukan buat orang yang telah bekerja, karyawan dan korban PHK pula boleh mendaftar Kartu Prakerja.

Semua WNI yang berusia 18 tahun ke atas boleh mendaftar Kartu Prakerja, kecuali untuk yg sedang sekolah/kuliah.

Bagi engkau yang belum daftar, silahkan Daftar Kartu Prakerja

Tes, Seleksi & Prioritas Kartu Prakerja

Untuk mendaftar Kartu Prakerja, selesainya isi data diri menggunakan lengkap, calon peserta akan dihadapkan menggunakan Tes Motivasi dan Kemampuan Dasar menggunakan durasi 25 mnt dengan 19 soal. Tes tadi merupakan serangkaian hal harus untuk memenuhi proses registrasi.

Bagaimana cara seleksi Kartu Prakerja?

Setiap gelombang mempunyaI periode tertentu dan kuota. Jika gagal seleksi gelombang karena kuota habis, maka peserta yang sudah mendaftar bisa mengikuti seleksi periode gelombang berikutnya tanpa perlu mengulangi proses registrasi seperti pertama kali.

Satu akun Prakerja menggunakan No. KTP sebagai id-nya. Jadi hanya ada satu akun per nomor KTP.

Siapa yang menjadi prioritas Kartu Prakerja?

Menurut situs resminya, kartu Prakerja awalnya diprioritaskan buat para pencari kerja usia muda. Namun sebagai respon terhadap pandemi Covid-19, Program Kartu Prakerja diprioritaskan juga untuk pekerja & pelaku usaha mikro dan mini yg terdampak.

Para pekerja yg terdampak pada sini jua mampu diartikan menjadi karyawan yg dirumahkan (PHK) karena Covid-19.

Polemik Kartu Prakerja

Sejak pertama kali dibuka pendaftarannya pada 11 April 2020 (Gelombang Pertama), Program Kartu Prakerja menuai berbagai polemik di warga .

1. Kartu Prakerja Dipaksakan?

Tidak sedikit yang mencibir kalau realisasi menurut Program Kartu Prakerja dipaksakan hanya sebagai wujud buat memenuhi janji Kampanye.

Seperti diketahui, Jokowi Widodo dalam kampanye Pilpres 2019 menjanjikan beberapa "Kartu Sakti". Salah satu andalannya merupakan Program Kartu Prakerja yang katanya mampu sebagai solusi pengangguran.

Tidak salah jika Program Kartu Prakerja dikatakan nir sempurna target. Namun pula tidak bisa dikatakan kalau Kartu Prakerja sama sekali nir berguna.

Entah Kartu Prakerja dipaksakan atau tidak, setidaknya Program ini keuntungannya sanggup dirasakan oleh hampir semua rakyat pada Indonesia. Meskipun demikian, memang jua nir keliru jika terdapat pendapat bahwa Program Kartu Prakerja belum matang.

Dua. Anggaran Program Rp20 Triliun Untungkan Mitra Starup?

Polemik Program Kartu Prakerja yang paling pertama menjadi perbincangan tentu saja aturan. Seperti diketahui Pemerintah mengeluarkan aturan Rp20 triliun buat aplikasi Program ini yg menyasar lima,6 juta peserta.

Dalam Program ini, setiap peserta mula-mula mendapatkan insentif sebanyak Rp 1 juta yg dipakai buat membeli pelatihan online berdasarkan mitra yang menyediakan training.

Setelah itu, peserta akan mendapatkan total Rp 2,4 juta, dengan rincian Rp600.000 selama 4 bulan. Ditambah menggunakan Rp50.000 menjadi bonus jika mengikuti survei dimana terdapat 3 survei sehingga totalnya Rp150.000.

Jadi, total yang akan dihasilkan peserta yg sudah menuntaskan pelatihan merupakan Rp2.550.000. Dana ini bisa dipakai buat keperluan langsung peserta.

Ada 8 platform online yang bekerja sama dengan Pemerintah dalam menyediakan Program Pelatihan. Artinya Rp lima,6 peserta x Rp1 juta sama menggunakan Rp5,6 Triliun buat membeli Program Pelatihan dari platform-platform tersebut. Apabila dibagi homogen, Rp700 Miliar untuk setiap platform penyedia pelatihan.

Namun pendapat tadi dibantah Project Management Office Kartu Prakerja. Lantaran yang menerima bantuan merupakan para peserta. Peserta beli pembinaan menurut forum pembinaan & bukan platform digital.

Tiga. Harga Pelatihan Terlalu Mahal?

Jenis training maupun harga pelatihan sepenuhnya ditetapkan sang mitra penyelenggara Kartu Prakerja. Seperti diketahui terdapat ribuan jenis training Kartu Prakerja yg disediakan oleh lebih menurut 200 forum pelatihan melalui 8 mitra platform digital.

8 Mitra platform digital tersebut adalah Tokopedia, Skill Academy by Ruangguru, Maubelajarapa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Kemnaker, dan Pijarmahir.

Setiap penyedia layanan bersaing buat menaruh layanan dan produk menggunakan harga terbaik. Para peserta bebas menentukan jenis pelatihan.

Saya sendiri sependapat menggunakan harga pembinaan yg terlalu mahal. Terlebih kontennya yang jua relatif generik dan mampu ditemukan secara perdeo pada Youtube dan website-website lainnya.

Hanya saja, memang pelatihannya diadakan sang profesional & materi kontennya juga disusun menggunakan sedemikian rupa sehingga lebih mudah dipelajari. Hal ini sesuai dengan tujuan Program ini buat menaikkan kompetensi dan skill peserta.

4. Pelatihan Tidak Relevan?

Tujuan Program Kartu Prakerja merupakan buat mengembangkan kompetensi angkatan kerja, menaikkan produktivitas dan daya saing angkatan kerja.

Prioritas Program ini merupakan buat pekerja usia belia. Namun sebagai respon terhadap pengaruh Covid-19, buat sementara saat Kartu Prakerja akan diprioritaskan bagi pekerja juga usaha mikro/kecil yang terdampak.

Salah satu yang membuat saya sepakat bahwa Kartu Prakerja belum matang adalah apabila dipandang dari tujuannya.

Sekarang ini orang ikut Kartu Prakerja menggunakan tujuan buat menerima insentif Rp600 ribu per bulan. Tetapi itu pun tidak seluruh, ada juga yg benar-sahih penekanan mengikuti training.

Lima. Momentum Program Kartu Prakerja Tidak Tepat?

Pendapat ini sepakat menggunakan adanya Program Kartu Prakerja. Hanya saja, mempersoalnya tentang momentumnya tidak tepat.

Namun aku sendiri berpikir bahwa ini merupakan waktu yang tepat buat melaksanakan Program Kartu Prakerja. Mengapa?

Karena di masa pandemi ini banyak pekerja yang sulit mendapatkan penghasilan karena harus Work From Home (WFH), terutama untuk pekerja harian, pelaku UMKM dan juga karyawan yang dirumahkan.

BTW, tentang anggaran Omnibus Law aku sama sekali tidak putusan bulat karena akan merugikan pekerja.

Apakah Kartu Prakerja Tidak Tepat Sasaran?

Tepat target atau tidaknya Program Kartu Prakerja dapat ditinjau berdasarkan tujuannya. Tujuannya merupakan buat WNI usia 18 tahun ke atas yg tidak sedang sekolah/kuliah.

Dengan demikian, Kartu Prakerja telah sempurna target. Hanya saja, pada pelaksanaannya ini memang cukup sulit (baca belum matang).

Ini karena seleksi peserta yg kurang ketat. Pasalnya, tidak sedikit yang seharusnya bukan kategori bisa lolos Kartu Prakerja. Jangankan pengusaha mini -kecilan, CEO media online yang daftar pula ada yg sanggup diterima.

Hanya saja, ini pulang lagi ke langsung masing-masing. Ada jua sahabat aku yg seseorang pengusaha diterima Kartu Prakerja. Tetapi lantaran sadar ia nir layak mendapat donasi ini, ia berikan pada yg lebih membutuhkan.

Jadi, pada pada dasarnya, tepat sasarannya Kartu Prakerja tergantung pribadi masing-masing, apakah saya layak dibantu atau nir. Kecuali buat pekerja yang diPHK di masa pandemi ini memang sebaiknya dicarikan solusi agar mereka benar-sahih bisa menjadi peserta & menerima bonus.

Entah Program Kartu Prakerja sempurna target atau tidak, terkesan dipaksakan, untungkan mitra, harga pembinaan mahal, tidak relevan, momentumnya kurang sempurna, tetapi satu hal yg pasti, setidaknya manfaat Kartu Prakerja sangat akbar bagi peserta. Bagi mereka yg daftar & menerima, tentu sangat bermanfaat.

Manfaat Kartu Prakerja

Apa saja manfaat Kartu Prakerja?

Bagi peserta Kartu Prakerja yang adalah pengangguran, korban PHK, pelaku UMKM, pekerja yg ingin menaikkan skill, tentu saja mempunyai bermanfaat. Mereka akan mendapat insentif Rp600.000 per bulan selama 4 bulan.

Terlebih di masa pandemi Covid-19 yg hampir seluruh warga Indonesia terdampak, bonus dari Kartu Prakerja tentu sangat diperlukan.

Bukan hanya itu, kampanye WFH (Work From Home) juga didukung dengan pelatihan online dari Program Kartu Prakerja. Dengan bekerja di rumah, termasuk mengikuti pelatihan online ini, aktivitas di luar rumah semakin berkurang dan membuat peserta tetap produktif.

Jujur, sebagai peserta yang mendapat manfaat menurut Program Kartu Prakerja, tentu kita sangat bersyukur. Setidaknya kita sahih-benar mencicipi Program Pemerintah ini.

Saya tidak peduli apakah ini nir sempurna target lantaran poly yang butuh yang bisa mendapatkan.

Saya juga tidak peduli bila kawan poly diuntungkan menurut Program Kartu Prakerja lantaran para peserta pula merasa beruntung bisa ikut pembinaan sekaligus mendapatkan bonus.

Namun masalah nir sempurna sasaran harus permanen menjadi perhatian Pemerintah sekaligus menjadi ajang membentuk mental dan karakter Indonesia.

Masalah kawan startup yang bekerjasama jua harus sebagai perhatian Pemerintah agar harga pembinaan "nir masuk akal" dapat diatasi. Terlebih jika memungkinkan buat menambah peserta training dengan mengurangi harga training. Kan mungkin nir perlu sampai Rp 1 juta kan per peserta?

Pada akhirnya, in hanyalah pendapat eksklusif penulis. Selalu ada pro & kontra. Jika manfaatnya sanggup dirasakan, ya memang rupawan. Tapi jika mampu Programnya lebih dibuat sedemikian rupa, misalnya saja menambah kuota dan mengurangi biaya pembinaan, mungkin lebih bagus lagi.

Lihat jugaKunci Jawaban Kartu Prakerja, pengalaman mengikuti tes pembinaan & mengerjakan exam Program Kartu Prakerja.

Demikianlah ulasan mengenai apakah kartu Prakerja nir tepat sasaran. Semoga berguna!

0 Response to "Apakah Kartu Prakerja Tidak Tepat Sasaran?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel