src='https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js'/> Belajar Android Studio Dasar Untuk Pemula Cepat Mahir - teachertekno.com

Belajar Android Studio Dasar Untuk Pemula Cepat Mahir

Belajar Android Studio memang lebih ribet apabila dibandingkan dengan menggunakan pelaksanaan IDE lainnya misalnya NetBeans, Eclipse, atau pun Delphi, C , Visual Basic & sebagainya. Bukan lantaran bahasa Java atau Kotlin, akan tetapi memang tampilannya yg sangat tidak sinkron jika dibandingkan aplikasi pemrograman lainnya.

Belajar Android Studio Dasar Untuk Pemula Cepat Mahir
Belajar Android Studio Dasar Untuk Pemula Cepat Mahir

Karena itu, aku ingin mengembangkan sedikit tips & trik belajar Android Studio buat pemula cepat mahir. Tetapi kita belum masuk ke coding hari ini. Kita hanya fokus dalam pengenalan Android Studio.

Apakah aku seorang ahli pelaksanaan Android Studio? Hhe.. Hhe... Sayangnya bukan, saya hanya pelajar & tidak berniat menjadi programmer (setidaknya sampai artikel ini ditulis). Tapi tenang saja, karena saya baru belajar, yuk kita sama-sama belajar.

Tetapi pertama yang paling krusial merupakan menginstall perangkat lunak Android Studio. Pertama install, kita butuh akses internet buat mendownload file-file pendukung software.

Setelah proses download arsip pendukung terselesaikan, nantinya pembuatan pelaksanaan android sederhana tidak perlu akses internet lagi.

1. Mengenal arsip xml & arsip java

apabila engkau pernah belajar memakai Visual Basic sebelumnya, tentu engkau akan paham tentang form dan listingnya. Cukup klik dua kali pada form atau komponen yang diinput ke dalam form, kita sudah mampu membuat statement & control pada form tersebut.

Nah, ternyata pada Android Studio sangat tidak sama.

Di Android Studio, tempat coding buat statement control dan tempat coding buat desain tampilan aplikasi itu dibedakan, yaitu file xml & arsip java dan keduanya terhubung. Terhubung maksudnya, bila kita menambah activity baru, maka akan terdapat arsip java buat activity tersebut.

Activity di sini mungkin mampu dikatakan sebagai form. Karena dalam bagian ini kita mendesain tampilan pelaksanaan.

- File xml

File xml ini merupakan loka buat coding tampilan pelaksanaan. Sederhanya, arsip ini berfungsi buat mendesain tampilan pelaksanaan. Kita mampu mendesain dengan manual coding atau pun menggunakan menahan dan memindahkan komponen-komponen misalnya button, textview, & sebagainya ke dalam form.

- Java class

Ini adalah tempat buat mengatur dan mengendalikan jalannya pelaksanaan. Misalnya, saat tombol diklik akan melakukan apa, dsb.

Jadi, java class dengan format arsip java ini berfungsi buat menyimpan coding jalannya aplikasi, mulai menurut yg sederhana seperti berpindah form, memproses, control statement, sampai penggunakan iterasi atau looping.

Dua. Coding dulu atau desain pelaksanaan dulu?

Tergantung selera. Tapi umumnya, kita sudah punya gambaran primer tentang bagaimana jalannya pelaksanaan yg akan dibentuk.

Lantaran itu, kita selalu memulai berdasarkan mendesain tampilan aplikasi dengan membuka file xml.

Oh ya, file xml ini terletak di menu Project > app > res > layout

Setelah terbuka, kita sanggup mendesain tampilan pelaksanaan menggunakan memasukkan palette ke pada form (activity) pada tampilan Design atau coding eksklusif tampilan dengan menentukan tampilan Text.

Setelah tampilan siap, silahkan edit dalam java class buat menaruh perintah pada komponen-komponen yg tampil pada aplikasi ketika dijalankan.

Masuk aja ke Project > app > java > com.example.contohproject > pilih file java yang ingin diedit.

Mereka yg sudah expert pada Android Studio dan berkecimpung pada bidang desain pelaksanaan, biasanya menggunakan Photoshop buat mendesain tampilan pelaksanaan Android Studio sebagai lebih menarik dan manis.

3. Belajar Menggunakan Constraints dalam Android Studio

Pada ketika kita mendesain tampilan pelaksanaan android dan mencoba running pelaksanaan, maka tentu semua komponen pada form akan tertarik ke atas.

Untuk itu, kita perlu mengikat setiap komponen menggunakan Constraint supaya ketika dirunning, pelaksanaan tidak berantakan.

Tapi mengikat komponen dengan Constraint nir perlu seluruh diikat ke sisi form. Kadang kita hanya perlu memasang dua atau tiga titik constraint lantaran setiap komponen pada form jua bisa kita saling kaitkan.

Constraint Pada Android Studio
Constraint Pada Android Studio

Untuk meletakkan komponen sempurna di tengah misalnya, kita sanggup memanfaatkan Constraint Widget buat mengatur jeda komponen dengan sisi layar atau jarak antar komponen dalam pelaksanaan.

4. Mengubah rona teks atau komponen Palette

Untuk mengganti rona teks pada aplikasi, kita usahakan menciptakan database rona-warna yang diperlukan pada aplikasi.

Klik Projcet > res > values > colors.xml

Setelah terbuka, kita bisa copy dan paste code rona:

<color name="colorPrimaryDark">#00574B</color>

Kemudian mengubah value berdasarkan atribut name="" sinkron menggunakan hasrat kita, misalnya warna1. Untuk mengubah warnanya, klik dalam tamipan kotak rona satu kali & atur sendiri.

Setelah itu, kita bisa mengganti warna tulisan pada activity yang kita edit. Misalnya, pada TextView tampilan Text, kita menambahkan kode ini dia.

Android:textColor="@color/warna1"

Contoh ini sangat sederhana, akan tetapi membuka pikiran kita tentang cara kerja Android Studio.

5. Memasukkan Gambar/Foto ke Aplikasi Android Studio

Tidak kalah penting adalah cara memasukkan gambar ke aplikasi Android Studio. Pastikan menggunakan file image format PNG.

Drag file gambar png ke Project > app > res > drawable > kemudian lepas.

Untuk memasukkan gambar tersebut ke dalam form activity, kita sanggup memakai coding atau memasukkannya melalui Palette.

Untuk icon pelaksanaan, kita bisa download pada internet pada situs gratis. Namun jika baru belajar, bisa menggunakan icon-icon default dalam Android Studio.

6. Menjalankan Program Aplikasi Via Emulator atau Device Langsung

Pada saat proses coding desain aplikasi, tentu kita akan tak jarang-serin me-Run pelaksanaan. Di sini kita mampu memakai emulator android atau pun pribadi mendebug pelaksanaan dengan hp android yang tersambung melalui kabel USB.

Pastikan hp yang akan dipakai me-Run pelaksanaan telah berada pada Mode Pengembang/ Developer Mode.

Jika belum, kamu harus aktifkan dulu developer mode di hp android. Setiap merk hp berbeda Pengaturannya. Tapi sebenarnya sama saja, kita hanya perlu masuk ke Pengaturan Hp > About Device > Software Info > Build Number > ketuk beberapa kali Build Number sampai mode developer aktif.

Jika me-Run aplikasi di hp android eksklusif, secara otomatis aplikasi tersebut akan terinstall pada hp.

Run pelaksanaan via emulator atau device pribadi, tergantung ketenangan.

7. File AndroidManifest.Xml

AndroidManifest.xml adalah file yang terletak di Project > app > manifests > AndroidManifest.xml

Pada AndroidManifest.Xml, kita bisa mengedit nama pelaksanaan, versi, & sebagainya, termasuk menentukan acitivity utama yang akan dijalankan pertama kali saat pelaksanaan dirunning.

Secara otomatis sih, MainActivity yang akan pertama dirunning. Tapi kita sanggup mengubahnya tergantung kebutuhan. Oh ya, pada aplikasi andorid, umumnya, activity yg pertama dihukum waktu pelaksanaan dirunning digunakan sebagai splash screen.

Jadi, activity ini hanya sebagai jembatan buat masuk ke sajian home. Sederhananya sih, berpindah berdasarkan satu form ke form lain pada Android Studio.

Setelah memiliki pengetahuan dasar mengenai Android Studio, kini kita akan belajar buat project baru & activity baru.

Selengkapnya diCara Membuat Project Baru Android Studio

Itulah beberapa hal penting buat diketahui waktu pertama kali belajar Android Studio dasar buat pemula cepat mahir. Semoga bermanfaat!

0 Response to "Belajar Android Studio Dasar Untuk Pemula Cepat Mahir"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel