src='https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js'/> Tana Toraja: Bahasa, Adat Istiadat dan Ciri Khas Suku Toraja - teachertekno.com

Tana Toraja: Bahasa, Adat Istiadat dan Ciri Khas Suku Toraja

Tana Toraja: Bahasa, Adat Istiadat dan Ciri Khas Suku Toraja - Tana Toraja menjadi salah satu primadona destinasi wisata di Sulawesi Selatan bahkan Indonesia dan dunia. Bukan hanya pemandangan alamnya yang menakjubkan tapi Toraja juga terkenal dengan tradisi dan kebudayaannya yang unik.

Keunikan-keunikan suku Toraja tersebut terlihat dari ragam ciri spesial tata cara adat, tradisi, bahasa, kesenian, tarian, pakaian tata cara, & berbagai hal menarik lainnya termasuk tempat tinggal tata cara Toraja Tongkonan.

Sejarah Suku Toraja

Nenek moyang suku Toraja diperkirakan dari berdasarkan Teluk Tonkin, daerah yang terletak di antara Vietnam Utara dan Cina Selatan.

Sebagain asal menyampaikan bahwa nama Toraja asal berdasarkan bahasa Bugis, yaitu "to riaja" yang memiliki arti "orang yg berdiam di negeri atasdanquot;. Namun sebagian sumber juga mengungkapkan bawha istilah Toraja berasal menurut kata "Taudanquot; atau "Todanquot; & "Rayadanquot;. Tau berarti orang & Raya merupakan besar . Lantaran itu, Toraja juga berarti orang bangsawan.

Sejak abad ke-17, Belanda mulai menguasai perdagangan dan politik di Sulawesi melalui VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie). Namun pesatnya penyebaran agama Islam di Sulawesi Selatan terutama di wilayah suku Makassar dan Bugis membuat Belanda sedikit risau.

Lantaran itulah, Belanda semakin gencar mengembangkan agama Kristen pada Toraja yang saat itu masih menganut sistem agama animisme. Peran para misioner berdasarkan Belanda sudah membuat sebagian akbar warga Toraja menganut Kristen hingga hari ini.

Pada tahun 1946, Belanda menaruh Tana Toraja status regentschap & diakui Indonesia menjadi sebuah kabupaten dalam tahun 1957.

Kehidupan Sosial Suku Toraja

Suku Toraja terletak di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan, Indonesia. Populasi penduduk diperkirakan 1 juta jiwa, menggunakan 500.000 menetap pada Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Toraja Utara, & Kabupaten Mamasa. Suku Toraja pula beredar pada berbagai pulau & wilayah pada Indonesia & negara lainnya menjadi perantau.

Dari segi kepercayaan , suku Toraja sebagian besar menganut agama Kristen Protestan. Sementara kepercayaan lainnya misalnya Katolik, Islam, & kepercayaan animisme (Aluk To Dolo) yg termasuk pada agama Hindu Dharma.

Suku Toraja menganut sistem warga yg memandang status sosial. Ada tiga kelas sosial di Toraja, yaitu kelas bangsawan, orang biasa, & budak (kaunan). Tetapi perbudakan dihapuskan oleh Belanda pada tahun 1909.

Bahasa Suku Toraja

Toraja memiliki bahasa daerah Toraja. Ragam bahasa pada Toraja ditentukan sang letak geografis setiap daerah di Toraja dan juga melalui transmigrasi ke wilayah-wilayah misalnya Luwu.

Ada berbagai jenis bahasa dan dialek Toraja, seperti Kalumpang, Mamasa, Tae', Talondo', Toala', & Toraja Sa'&.

Kalau penulis sendiri memakai bahasa Toraja Tae' menjadi bahasa sehari-hari yang ketika ini menetap di Luwu Utara.

Selengkapnyaperkenalan diri pada bahasa Toraja

Mata Pencaharian Suku Toraja

Sebelumnya, mata pencaharian rakyat Toraja umumnya merupakan bercocok tanam padi pada sawah dengan sistem terasering. Tetapi warga lebih poly yang beternak kerbau dan babi buat memenuhi kebutuhan-kebutuhan pada upacara-upacara kematian.

Selain itu, Toraja jua terkenal sebagai galat satu penghasil kopi arabika terbaik pada Indonesia. Kopi Toraja sebagai salah satu karakteristik khas Toraja selain tradisinya yg unik & wisatanya yang latif.

Saat ini, ekonomi Toraja berkembang pesat di bidang pariwisata. Beberapa asal penghasilan bagi warga Toraja misalnya bekerja di hotel, restoran, sebagai pemandu wisata, & menjual cinderamata.

Selain itu, poly pula warga Toraja yg menentukan buat merantau ke daerah-wilayah misalnya Kalimantan, Papua, Jawa, ke kota-kota lain pada Sulawesi.

Kesenian: Tarian & Pakaian Adat Suku Toraja

Tradisi Toraja melahirkan berbagai kesenian, secara spesifik pada upacara kematian masih ada banyak tarian. Masyarakat menari buat mengekspresikan dukacita dan menghormati dan memberi semangat kepada arwah orang yg tewas buat melakukan perjalanan panjang menuju akhirat. Tarian ini dsebut Ma'badong, ritual yang krusial pada upacara pemakanan suku Toraja.

Selain upacara kematian, suku Toraja jua memikliki tarian-tarian animo panen, hari pengucapan syukur, pernikahan, & banyak sekali tarian lainnya lengkap menggunakan sandang adat suku Toraja.

Pakaian Adat Toraja
Pakaian Adat Toraja - https://asylanur.Wordpress.Com

Ciri Khas Suku Toraja

Selain terkenal dengan tempat wisata yang menakjubkan, adat Toraja jua sebagai salah satu daya tarik wisatawan mengunjungi Toraja.

Suku Toraja terkenal dengan ritual pemakaman, tempat tinggal istiadat Tongkonan, tradisi-tradisi unik lainnya. Adat tata cara suku toraja banyak ditemukan pada upacara-upacara pemakaman. Tradisi suku Toraja terus dilestarikan sampai hari ini.

Beberapa norma Toraja dalam upacara kematian misalnya upacara Rambu Solo' & istiadat Ma' Nene'. Upacara istiadat Rambu Solo' merupakan adat Toraja yg sangat populer.

Rambu Solo' adalah upacara pemakaman pada Toraja yang sebagai keliru satu ritual termahal yang diadakan oleh suku Toraja. Untuk mengadakan upacara Rambu Solo' diperlukan porto yg tidak sedikit dan persiapan yang bisa sampai bertahun-tahun dan berlangsung berminggu-minggu.

Dalam acara Rambu Solo', jua diadakan tradisi-tradisi unik. Salah satu tradisi yang menjadi daya tarik wisatawan lokal dan mancanegara adalah tradisi Ma' Pasilaga Tedong atau adu kerbau.

Wisata Tana Toraja

Tidak salah apabila Toraja dikatakan sebagai keliru satu destinasi wisata populer pada Indonesia & kedua sesudah Bali. Kebudayaan Toraja & keunikannya pula didukung sang pemandangan alamnya yg luar biasa.

Toraja yg terletak pada pegunungan poly melahirkan wisata alam alami yg eksotis. Beberapa daerah wisata di Toraja diberi gelar negeri pada atas awan. Tak hanya itu, sektor pariwisata Toraja yang terus berkembang didukung sang infrastruktur modern jua menunjang estetika wisata alam yg alami.

Kombinasi wisata buatan & wisata alam ini sudah menambah jumlah wisatawan ke Toraja setiap tahunnya. Selain memiliki Patung Yesus di Burake, yang terbaru Toraja juga melengkapinya dengan jembatan kaca Burake.

Ciri spesial berdasarkan suatu wilayah jua tidak lepas berdasarkan tempat tinggal adatnya. Seperti wilayah lainnya, Toraja juga mempunyai rumah tata cara unik yang bernama rumah Tongkonan.

Gambar rumah adat Toraja (Tongkonan)
Gambar rumah adat Toraja (Tongkonan) - https://alamfay.blogspot.com/

Terlihat jelas bahwa bentuk atap tempat tinggal Tongkonan menyerupai tanduk kerbau. Uniknya, tempat tinggal tata cara ini selalu dibangun menghadap ke arah utara yg dianggap sebagai asal kehidupan. Selain itu, masih banyak filosofis kehidupan masyarakat Toraja yang dicerminkan sang tempat tinggal Tongkonan.

Untuk informasi seputar kehidupan dan budaya Toraja, sanggup kunjungi blog Anak Toraja.

Itulah seputar Tana Toraja: Bahasa, Adat Istiadat & Ciri Khas Suku Toraja yang menjadikannya sebagai galat satu destinasi wisata terkenal pada Sulawesi Selatan & Indonesia. Semoga berguna!

0 Response to "Tana Toraja: Bahasa, Adat Istiadat dan Ciri Khas Suku Toraja"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel